Hendra Jaya, S. Pd
CGP Angkatan 5
Kota Singkawang
Hasil Analisis Video Pemanfaatan Aset Dengan Pendekatan Inquri Apresiatif BAGJA
Pemanfaatan Aset
Dengan Pendekatan BAGJA
A.
Latar Belakang
Satuan pendidikan sebagai sebuah komunitas, mempunyai hak
mengatur, melaksanakan, dan mengawasi kegiatan pendidikan agar efisiensi dan
efektivitas penyelenggara pendidikan dapat tercapai seperti yang diisyaratkan
dalam standar pengelolaan pendidikan. Untuk dapat menyelenggarakan pendidikan secara efektif dan
efisien, tentu membutuhkan peran seluruh warga sekolah. apa yang dapat dikelola
dari sekolah Bpk/Ibu melalui pendekatan komunitas berbasis aset agar efisien
dan efektif ?. Asset-Based Community Development (ABCD) yang selanjutnya akan kita sebut
dengan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) merupakan suatu kerangka
kerja yang dikembangkan oleh John McKnight dan Jody Kretzmann, di mana keduanya
adalah pendiri dari ABCD Institute di Northwestern University, Amerika Serikat
ABCD dibangun dari kemampuan, pengalaman, pengetahuan, dan hasrat yang dimiliki
oleh anggota komunitas, kekuatan perkumpulan lokal, dan dukungan positif dari
lembaga lokal untuk menciptakan kehidupan komunitas yang berkelanjutan (Kretzman,
2010).
Pendekatan PKBA menekankan pada nilai, prinsip dan
cara berpikir mengenai dunia. Pendekatan ini memberikan nilai lebih pada
kapasitas, kemampuan, pengetahuan, jaringan, dan potensi yang dimiliki oleh
komunitas. Dengan demikian pendekatan ini melihat komunitas sebagai pencipta
dari kesehatan dan kesejahteraan, bukan sebagai sekedar penerima bantuan.
Pendekatan PKBA menekankan dan mendorong komunitas untuk dapat memberdayakan
aset yang dimilikinya serta membangun keterkaitan dari aset-aset tersebut agar
menjadi lebih berdaya guna. Kedua peran yang penting ini menurut Kretzman
(2010) adalah jalan untuk menciptakan warga yang produktif. Pendekatan PKBA
menekankan kepada kemandirian dari suatu komunitas untuk dapat menyelesaikan
tantangan yang dihadapinya dengan bermodalkan kekuatan dan potensi yang ada di
dalam diri mereka sendiri, dengan demikian hasil yang diharapkan akan lebih
berkelanjutan.
Sumber daya atau aset
adalah hal yang sangat mendukung kemajuan sekolah, untuk itu saya sebagai guru
harus bisa memetakan dan mengelola aset sekolah menggunakan pendekatan Inquri
Apresiatif model BAGJA untuk menginisiasi perubahan , sehingga perlunya memaksimalkan pemanfaatan aset guna mendukung
pembelajaran di kelas.
Ruang kelas adalah ruang yang sangat berharga bagi murid karena
dalam ruangan inilah potensi anak, wellbeing anak akan terbentuk. lingkungan
fisik yaitu ruang kelas adalah aset berharga yang menjadi modal
utama yang mendukung proses pembelajaran yang menyenangkan. Ruang kelas
ibaratnya adalah komponen abiotik yang mendukung atau mempengaruhi komponen
biotik yaitu dalam hal ini siswa dan guru. Oleh karena itu, Prakarsa perubahan
yang sesuai dalam bentuk visi “ Mewujudkan kelas yang nyaman dan menyenangkan
untuk siswa”.
B.
Tujuan
Membangun koneksi dan kolaborasi, yaitu perilaku
yang mendorong perencanaan dan tindakan kolaboratif, jaringan dan hubungan yang
kuat antara penduduk, organisasi, bisnis, dan komunitas. Jika
diaplikasikan ke sekolah, maka sekolah harus mendorong perencanaan dan tindakan
dilakukan secara kolaboratif. Hubungan dan jejaring antara warga sekolah, masyarakat
sekitar, organisasi yang ada, dan aset lainnya juga harus terjalin. Membangun
dan membina hubungan antara warga sekolah, seperti hubungan guru-guru, guru –
kepala sekolah, guru – murid – guru, guru – staf sekolah – guru, staf sekolah –
murid – staf sekolah, ataupun kepala sekolah – murid. Dalam hal ini tujuan
utama adalah memanfaatkan aset berupa kolaborasi dalam memaksimal potensi murid
dan melibatkan peran aktif murid dalam menerapkan Inquri Apresiatif
model BAGJA
C. Tolak Ukur
Tolak ukur dari Prakarsa Perubahan berupa terwujudnya kelas yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar dimana siswa senang dan Bahagia dalam belajar.
D. Tindakan Yang Diterapkan
Penerapan Inkuiri Apresiatif BAGJA, yang diterapkan dengan membuat pertanyaan pemantik “Bagaimana cara mewujudkan kelas yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar.
Berikut tabel Inkuiri Apresiatif BAGJA yang digunakan dalam Prakarsa perubahan meliputi:
1.
Buat pertanyaan : Guru mengajukan pertanyaan
untuk menggali informasi dari pendapat dan pengalaman pribadi. Sebelum merumuskan
pertanyaan utama dalam mewujudkan visi guru meminta pendapat para siswa tentang
penyemangat belajar.
2. Ambil pelajaran : Murid diajak untuk mengambil pelajaran kelas lain untuk menambah informasi kelas yang dapat menambah semangat belajar dalam hal ini kelas yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar
3. Gali Mimpi : Menanyakan ke siswa , menanyakan pendapat setiap angota kelas tentang pendapat dan perasaan mereka tentang impian kelas yang nyaman dan menyenangkan, contohnya:Seperti apa kelas yang menyenangkan? bagaimana perasaan kelas yang nyaman dan menyenangkan
4. Jabarkan rencana : Murid diajak berkontribusi dalam menentukan kebutahan yang hendak dicapai dengan menampung ide/gagasan murid.
5.
Atur eksekusi :
Murid diberi kesempatan berkontribusi untuk menentukan pembagian tugas dalam
kelompok.
E. Peran seorang pemimpin
Peran seorang pemimpin pembelajar yang merencanakan, mengarahkan, dan menggerakan aset yang berupa murid itu sendiri. Melakukan kolaborasi dengan murid sebagai wujud memanfaatkan aset yang berupa faktor biotik yang dapat dimaksimalkan potensi sebagai aset yang memiliki kekuatan yang perlu dikembangkan.
F. Modal utama seorang pemimpin
Modal utama yang dimiliki guru tersebut meliputi rasa percaya pada murid dan melibatkan secara aktif dalam melakukan Prakarsa Perubahan. Pemanfaatanya menjadi seorang figure yang dapat diandalkan murah senyum, menghargai pendapat murid, membuat pertanyaan pemantik yang dapat membuat keterlibatan murid secara akti dalam berpendapat.







0 komentar:
Posting Komentar