Selasa, 01 November 2022

3.2.a.6. Demonstrasi Kontekstual - Modul 3.2

Hendra Jaya, S. Pd

CGP Angkatan 5 Kota Singkawang

Hasil Analisis Video Pemanfaatan Aset Dengan Pendekatan Inquri Apresiatif BAGJA

 

Pemanfaatan Aset Dengan Pendekatan BAGJA

A.         Latar Belakang

Satuan pendidikan sebagai sebuah komunitas, mempunyai hak mengatur, melaksanakan, dan mengawasi kegiatan pendidikan agar efisiensi dan efektivitas penyelenggara pendidikan dapat tercapai seperti yang diisyaratkan dalam standar pengelolaan pendidikan. Untuk dapat menyelenggarakan pendidikan secara efektif dan efisien, tentu membutuhkan peran seluruh warga sekolah. apa yang dapat dikelola dari sekolah Bpk/Ibu melalui pendekatan komunitas berbasis aset agar efisien dan efektif ?. Asset-Based Community Development (ABCD) yang selanjutnya akan kita sebut dengan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) merupakan suatu kerangka kerja yang dikembangkan oleh John McKnight dan Jody Kretzmann, di mana keduanya adalah pendiri dari ABCD Institute di Northwestern University, Amerika Serikat ABCD dibangun dari kemampuan, pengalaman, pengetahuan, dan hasrat yang dimiliki oleh anggota komunitas, kekuatan perkumpulan lokal, dan dukungan positif dari lembaga lokal untuk menciptakan kehidupan komunitas yang berkelanjutan (Kretzman, 2010). 

Pendekatan PKBA menekankan pada nilai, prinsip dan cara berpikir mengenai dunia. Pendekatan ini memberikan nilai lebih pada kapasitas, kemampuan, pengetahuan, jaringan, dan potensi yang dimiliki oleh komunitas. Dengan demikian pendekatan ini melihat komunitas sebagai pencipta dari kesehatan dan kesejahteraan, bukan sebagai sekedar penerima bantuan. Pendekatan PKBA menekankan dan mendorong komunitas untuk dapat memberdayakan aset yang dimilikinya serta membangun keterkaitan dari aset-aset tersebut agar menjadi lebih berdaya guna. Kedua peran yang penting ini menurut Kretzman (2010) adalah jalan untuk menciptakan warga yang produktif. Pendekatan PKBA menekankan kepada kemandirian dari suatu komunitas untuk dapat menyelesaikan tantangan yang dihadapinya dengan bermodalkan kekuatan dan potensi yang ada di dalam diri mereka sendiri, dengan demikian hasil yang diharapkan akan lebih berkelanjutan.

 Sumber daya atau aset adalah hal yang sangat mendukung kemajuan sekolah, untuk itu saya sebagai guru harus bisa memetakan dan mengelola aset sekolah menggunakan pendekatan Inquri Apresiatif model BAGJA untuk menginisiasi perubahan , sehingga perlunya  memaksimalkan pemanfaatan aset guna mendukung pembelajaran di kelas.

Ruang kelas adalah ruang yang sangat berharga bagi murid karena dalam ruangan inilah potensi anak, wellbeing anak akan terbentuk. lingkungan fisik yaitu ruang kelas adalah aset berharga yang menjadi modal utama yang mendukung proses pembelajaran yang menyenangkan. Ruang kelas ibaratnya adalah komponen abiotik yang mendukung atau mempengaruhi komponen biotik yaitu dalam hal ini siswa dan guru. Oleh karena itu, Prakarsa perubahan yang sesuai dalam bentuk visi “ Mewujudkan kelas yang nyaman dan menyenangkan untuk siswa”.

B.        Tujuan

Membangun koneksi dan kolaborasi, yaitu perilaku yang mendorong perencanaan dan tindakan kolaboratif, jaringan dan hubungan yang kuat antara penduduk, organisasi, bisnis, dan komunitas.  Jika diaplikasikan ke sekolah, maka sekolah harus mendorong perencanaan dan tindakan dilakukan secara kolaboratif. Hubungan dan jejaring antara warga sekolah, masyarakat sekitar, organisasi yang ada, dan aset lainnya juga harus terjalin. Membangun dan membina hubungan antara warga sekolah, seperti hubungan guru-guru, guru – kepala sekolah, guru – murid – guru, guru – staf sekolah – guru, staf sekolah – murid – staf sekolah, ataupun kepala sekolah – murid. Dalam hal ini tujuan utama adalah memanfaatkan aset berupa kolaborasi dalam memaksimal potensi murid dan melibatkan peran aktif murid dalam menerapkan Inquri Apresiatif model BAGJA

C.         Tolak Ukur

             Tolak ukur dari Prakarsa Perubahan berupa terwujudnya kelas yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar dimana siswa senang dan Bahagia dalam belajar.

D.         Tindakan Yang Diterapkan

         Penerapan Inkuiri Apresiatif BAGJA, yang diterapkan dengan membuat pertanyaan pemantik “Bagaimana cara mewujudkan kelas yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar.

           Berikut tabel Inkuiri Apresiatif BAGJA yang digunakan dalam Prakarsa perubahan meliputi:











         Dari hasil analisis video dapat dijelaskan alur kegiatan yang diterapkan guru tersebut meliputi :

1.      Buat pertanyaan : Guru mengajukan pertanyaan untuk menggali informasi dari pendapat dan pengalaman pribadi. Sebelum merumuskan pertanyaan utama dalam mewujudkan visi guru meminta pendapat para siswa tentang penyemangat belajar.

2.   Ambil pelajaran : Murid diajak untuk mengambil pelajaran kelas lain untuk menambah informasi kelas yang dapat menambah semangat belajar dalam hal ini kelas yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar

3.      Gali Mimpi             : Menanyakan ke siswa , menanyakan pendapat setiap angota kelas tentang pendapat dan perasaan mereka tentang impian kelas yang nyaman dan menyenangkan, contohnya:Seperti apa kelas yang menyenangkan? bagaimana perasaan kelas yang nyaman dan menyenangkan

4.      Jabarkan rencana : Murid diajak berkontribusi dalam menentukan kebutahan yang hendak dicapai dengan menampung ide/gagasan murid.

5.      Atur eksekusi        : Murid diberi kesempatan berkontribusi untuk menentukan pembagian tugas dalam kelompok.

E.          Peran seorang pemimpin 

               Peran seorang pemimpin pembelajar yang merencanakan, mengarahkan, dan menggerakan aset yang berupa murid itu sendiri. Melakukan kolaborasi dengan murid sebagai wujud memanfaatkan aset yang berupa faktor biotik yang dapat dimaksimalkan potensi sebagai aset yang memiliki kekuatan yang perlu dikembangkan.

F.         Modal utama seorang pemimpin

              Modal utama yang dimiliki guru tersebut meliputi rasa percaya pada murid dan melibatkan secara aktif dalam melakukan Prakarsa Perubahan. Pemanfaatanya menjadi seorang figure yang dapat diandalkan murah senyum, menghargai pendapat murid, membuat pertanyaan pemantik yang dapat membuat keterlibatan murid secara akti dalam berpendapat.

0 komentar:

Posting Komentar